Banner 468 x 60px

 

Pulau Lemukutan

0 komentar



Keindahan air laut yang jernih nan indah, pantai yang alami, dan suasana masyarakat yang ramah, bisa kamu nikmati di Pulau Lemukutan. Udara yang masih segar dan jauh dari keriuhan kota, menjadi nilai tambah dari pulau ini.
Tak hanya Pulau Randayan saja yang menjadi andalan wisata bahari Kabupaten Bengkayang, tapi Pulau Lemukutan juga tidak kalah indahnya. Bahkan para wisatawan tidak hanya dipenuhi wisatawan domestik saja, tetapi juga wisatawan asing pun juga berdatangan di Pulau Lemukutan. Tempat wisata di Kalimantan Barat ini memang cukup lengkap tidak hanya sekedar menampilkan indahnya pantai yang berpasir putih saja, tetapi alam perbukitan dan juga pesona alam bawah lautnya juga harus kamu nikmati. Pulau Lemukutan memang masih memiliki alam bawah lautnya yang masih sangat asri, dengan jernihnya air laut maka dengan bersnorkeling saja kamu sudah bisa menikmati keindahan terumbu karang dan biota laut lainnya. Untuk menuju lokasi Pulau Lemukutan kamu bisa menggunakan perahu kelotok atau perahu motor dari Dermaga Teluk Suak yang kemungkinan sekitar 2 jam perjalanan menggunakan perahu motor. Fasilitasnya juga cukup memadai, kamu bisa menginap di vila atau homestay milik warga Pulau Lemukutan.

Di Lemukutan ada dua spot wisata handal, Pantai Teluk Melanau dan Pantai Teluk Cina, dengan pesona bawah laut yang menakjubkan. Pastikan waktu kunjungan tidak di musim angin barat, September hingga Desember. Gelombang yang tinggi serta cuaca tidak menentu akan menggagalkan kegiatan diving maupun snorkeling yang telah direncanakan.

By the way, para pengelola di Lemukutan juga menyediakan jasa wisata bawah air. Bagi kamu yang gemar menyelam dan melihat terumbu karang, kamu bisa menggunakan jasa mereka.

Selain jaringan komunikasi seluler yang masih minim, listrik di penginapan hanya menyala saat malam. Hal ini dilakukan oleh pihak pengelola penginapan sebagai bentuk penghematan dan semangat ramah lingkungan di Pulau Lemukutan.


0 komentar:

Posting Komentar

 
West Borneo Tourism © 2020 Supported by West Borneo